"dia tak akan mampu membuatmu bertahan,
tidak untuk sekarang,
tapi ketakutanmu sudah diambang batas,"
"pergilah jika memang itu keinginanmu,
sejak kecil aku sudah diajarkan tentang arti mengikhlaskan,
untuk itulah aku tidak menahanmu,
tapi bila kau kembali nanti, dan aku sudah tak lagi sendiri,
saat itulah kau harus belajar arti mengikhlaskan,"
terlalu banyak tekanan yang ia hadapi,
mungkin orang lain pun akan sedih mendengar ia bercerita,
tapi entah mengapa gadis itu masih tetap tersenyum,
seolah mengajarkanku arti dari derita itu sebenarnya,
